Cara Perhitungan Pelunasan Kredit Dipercepat BRI

Pelunasan kredit dipercepat adalah salah satu pilihan yang bisa dilakukan oleh nasabah yang ingin menyelesaikan kewajiban pinjaman sebelum jatuh tempo.

Ada berbagai alasan mengapa nasabah memilih untuk melunasi kredit lebih cepat, misalnya karena mendapatkan dana tambahan, ingin mengurangi beban bunga, atau ingin mengajukan pinjaman baru.

Sebelum memutuskan untuk melakukan pelunasan kredit dipercepat, ada baiknya nasabah mengetahui cara perhitungan pelunasan kredit dipercepat bri terlebih dahulu.

Pasalnya, pelunasan kredit dipercepat tidak selalu menguntungkan bagi nasabah, karena ada beberapa biaya tambahan yang harus dibayar, seperti penalti, administrasi, dan bunga berjalan.

Cara Perhitungan Pelunasan Kredit Dipercepat BRI

Berikut adalah cara perhitungan pelunasan kredit dipercepat bri yang bisa dijadikan sebagai panduan:

Hitung Sisa Pokok Pinjaman

Langkah pertama adalah menghitung sisa pokok pinjaman yang masih harus dibayar oleh nasabah. Sisa pokok pinjaman bisa dilihat dari buku tabungan atau surat perjanjian kredit.

Misalnya, nasabah meminjam uang sebesar Rp 100 juta dengan tenor 36 bulan dan sudah membayar angsuran selama 12 bulan. Maka sisa pokok pinjaman adalah:

Sisa pokok pinjaman = Rp 100 juta – (Rp 100 juta / 36 bulan x 12 bulan) = Rp 66,67 juta

Hitung Bunga Berjalan

Langkah kedua adalah menghitung bunga berjalan yang harus dibayar oleh nasabah. Bunga berjalan adalah bunga yang sudah terakumulasi dari awal bulan sampai dengan tanggal pelunasan.

Bisa dihitung dengan rumus:

Bunga berjalan = Sisa pokok pinjaman x Suku bunga flat per bulan x Jumlah hari dalam bulan / Jumlah hari dalam tahun

Misalnya, nasabah melakukan pelunasan kredit pada tanggal 15 April 2023 dengan suku bunga flat 1% per bulan. Maka bunga berjalan adalah:

Baca juga : Bisakah Gadai BPKB Motor di Pegadaian Tanpa Usaha?

Bunga berjalan = Rp 66,67 juta x 0,01 x 15 / 365 = Rp 274.315

Hitung Penalti Pelunasan Kredit Dipercepat BRI

Langkah ketiga adalah menghitung penalti yang harus dibayar oleh nasabah. Penalti adalah biaya yang dikenakan oleh bank sebagai kompensasi atas kerugian bunga yang seharusnya diterima oleh bank jika nasabah melunasi kredit sesuai jatuh tempo.

Besarnya penalti biasanya ditentukan oleh bank dan bisa berbeda-beda tergantung jenis pinjaman dan lamanya tenor.

Misalnya, bank menetapkan penalti sebesar 5% dari sisa pokok pinjaman untuk pinjaman dengan tenor di atas 24 bulan. Maka penalti yang harus dibayar oleh nasabah adalah:

Penalti = Rp 66,67 juta x 0,05 = Rp 3,33 juta

Baca juga : Update Daftar Harga Gadai BPKB Motor di Pegadaian

Biaya Administrasi Admin BRI

Langkah keempat adalah menghitung biaya administrasi yang harus dibayar oleh nasabah. Biaya administrasi adalah biaya yang dikenakan oleh bank untuk proses pelunasan kredit dipercepat.

Besarnya biaya administrasi juga ditentukan oleh bank dan bisa berbeda-beda tergantung jenis pinjaman dan bank penyedia.

Misalnya, bank menetapkan biaya administrasi sebesar Rp 100 ribu untuk setiap pelunasan kredit dipercepat. Maka biaya administrasi yang harus dibayar oleh nasabah adalah:

Biaya administrasi = Rp 100 ribu

Baca juga : Pengertian Blokir 1 Kali Angsuran Kur BRI

Jumlahkan Semua Biaya

Langkah kelima adalah menjumlahkan semua biaya yang harus dibayar oleh nasabah untuk melakukan pelunasan kredit dipercepat. Total biaya pelunasan kredit dipercepat adalah:

Total biaya pelunasan kredit dipercepat = Sisa pokok pinjaman + Bunga berjalan + Penalti + Biaya administrasi

Dengan menggunakan contoh di atas, maka total biaya pelunasan kredit dipercepat adalah:

Total biaya pelunasan kredit dipercepat = Rp 66,67 juta + Rp 274.315 + Rp 3,33 juta + Rp 100 ribu = Rp 70,37 juta

Kesimpulan

Dari cara perhitungan pelunasan kredit dipercepat bri di atas, nasabah bisa mengetahui berapa biaya yang harus dibayar jika ingin melunasi kredit lebih cepat.

Baca juga : Tabel Angsuran KUR BRI 500 Juta Bunga Plus Syarat

Nasabah juga bisa membandingkan apakah pelunasan kredit dipercepat lebih menguntungkan atau merugikan dibandingkan dengan melanjutkan angsuran sampai jatuh tempo.

Untuk lebih jelasnya, nasabah bisa berkonsultasi dengan pihak bank atau menggunakan simulasi kredit online yang tersedia di internet.

Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu nasabah dalam mengambil keputusan terbaik untuk keuangan mereka. Terima kasih telah membaca…

Be the first to comment

Leave a Reply